Mantul, Pakai Kursi Roda Risma Mencak-mencak Dekat Amblesan Jalan Raya Gubeng Ke Orang Ini
Merdeka.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terpaksa kembali lagi ke lokasi amblesan Jalan Raya Gubeng, meski harus menggunakan kursi roda, Kamis (20/12) sore. Sebab kasus amblasnya Jalan Gubeng menjadi atensi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dan seperti biasanya, Risma datang ke lokasi kejadian dengan omelan khasnya karena melihat truk-truk, baik truk pembawa material maupun mobil PMK yang terparkir di sekitar lokasi kejadian.
"Itu truknya jangan di situ, cepat keluarkan satu-persatu. Jangan di situ, ini bebannya tambah berat, mestinya di gang-gang," teriak Risma memberi instruksi dari atas kursi roda.
Meski menggunakan kursi roda karena kakinya belum bisa digunakan berjalan normal, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu tetap meminta stafnya mendorong kursi rodanya mendekat ke area amblesan.
"Itu kenapa alat berat yang di sana tidak digunakan. Kenapa itu? Tanyakan!" ucapnya dengan nada keras.
Sementara saat ditanya wartawan kenapa memaksakan diri datang ke lokasi dalam kondisi sakit, padahal sekitar jam 10.00 WIB tadi sudah datang ke lokasi, Risma menegaskan, kalau tidak datang, pemulihan jalan tidak akan selesai dengan waktu cepat.
"Ya, ini saya masih sakit kakiku ini kalau dipakai jalan yang gak rata masih sakit. Tapi kalau aku ndak ke sini, ya kayak gini," beber politikus perempuan asal PDI Perjuangan ini.
"Mereka (pekerja) tidak tahu kalau (truk di parkir) di sini itu tidak boleh ada beban berat. Kita ndak tahu kan kondisi di bawah ini kayak apa," sambungnya.
Sebelumnya, melalui Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk mengecek langsung kondisi amblesan di Jalan Raya Gubeng.
Dari informasi yang diterima Ngabalin dari pihak kepolisian, diketahui bahwa penyebab amblesnya sebagian Jalan Raya Gubeng adalah karena human error proyek Rumah Sakit (RS) Siloam yang dikerjakan PT Nusa Kontraktor Enjniring (NKE).
"Dari sini saya akan segera membuat laporan untuk disampaikan ke presiden, supaya permasalah ini segera diselesaikan," kata Ngabalin usai meninjau lokasi amblesan didampingi Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan.
Politikus Partai Golkar ini juga menyampaikan, bahwa kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng seluas 100 x 30 meter dengan kedalaman 20 meter itu menjadi atensi Presiden Jokowi.
Untuk itu, Ngabalin mengaku juga akan melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, serta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. "Jadi warga tidak usah panik, dan mempercayakan semuanya kepada tim investigasi yang ada di lapangan," jelasnya.
Komentar
Posting Komentar